
TATACARA SHOLAT GERHANA
Sholat adalah salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada allah yang maha kuasa, sebagai bentuk penyembahan seorang hamba kepada tuhanya sholat terbagi menjadi dua, sholat yang diwajibkan dan sholat yang disunnahkan. Sholat yang diwajibkan ada sholat lima waktu sehari semalam dan sholat sunnah contoh sholat qobliyyah, ba’diyyah dan sholat sunnah gerhana..
Sholat sunnah gerhana ini dilaksanakan oleh kaum muslimin disetiap terjadinya fenomena gerhana matahari maupun gerhana rembulan rembulan, dalam kayfiyyah atau tatacara sholat gerhana memiliki sedikit perbedaan diantara sholat yang lainya.
Berikut tatacara sholat gerhana Dalam kitab Syarah Yaqutun Nafis tatacara sholat sunnah gerhana bisa dilakukan dengan 3 cara:
- Shalat dua rakaat seperti shalat sunnah tahiyatul masjid, dengan memperpendek bacaan-bacaannya. Cara ini merupakan cara paling gampang dan ringan.
- Shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaat, tanpa memperpanjang bacaan-bacaannya.
- Shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaatnya, serta memperpanjang bacaan-bacaan di dalam shalat. Cara inilah yang paling utama.
Teknis pelaksanaan shalat gerhana matahari dengan cara yang pertama adalah sebagaimana shalat biasanya yang terdiri dari dua rakaat, yaitu dimulai dengan niat. Adapun lafal niatnya, yaitu:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan likusûfisy syamsi rak’ataini lillâhi ta’âlâ
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta’âla.”
Teknis atau Tatacara pelaksanaan shalat gerhana dengan cara yang paling utama yaitu melaksanakan shalat dengan cara dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’. Begini penjelasannya, setelah melaksanakan ruku’ (sebagaimana sholat biasanya), ia melakukan i’tidal dan kembali pada posisi tegak (berdiri) serta kedua tangan ditaruh kembali di bawah dada dan di atas pusar untuk berdiri yang kedua kalinya.
Setelah itu, ia kembali membaca surat Al-Fatihah kedua kalinya serta membaca surat pendek sebagaimana bacaannya yang pertama. Dilanjut dengan ruku’ dan i’tidal lagi, kemudian sujud dua kali dengan thuma’ninah (tenang, diam sejenak) di setiap sujudnya. Setelah tahapan ini selesai, ia kembali berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua, sesuai dengan cara yang telah dijelaskan.
Hikmah Disyariatkannya Shalat Gerhana
Menurut Habib Ibrahim bin Smith, hikmah disyariatkannya shalat gerhana adalah sebagai peringatan kepada orang-orang yang menyembah dan mempertuhankan matahari dan bulan, bahwa kedua benda langit itu tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun, tidak bisa mendatangkan kebaikan dan keburukan, tidak pula memberikan manfaat dan mudarat. Keduanya sama-sama makhluk Allah ﷻ yang tidak boleh disembah. Sebab, seandainya matahari dan bulan memiliki kekuatan maka ia akan menolak kekurangan yang ada pada dirinya, dan sinarnya tidak akan pernah hilang (Habib Zain, Taqriratus Sadidah fil Masailil Mufidah, 2003, h. 347). Wallahu A’lam.

![Sosmed_new[1] Sosmed_new[1]](https://pondokpekuwon.com/wp-content/uploads/2025/10/Sosmed_new1-scaled-300x200.jpg)

