
FENOMENA GERHANA BULAN TOTAL MENGHIASI LANGIT INDONESIA
Fenomena Astronomi berupa Gerhana Bulan Total akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa (3/3 diperkirakan pada pukul ).
Fenomena Gerhana bulan Total adalah peristiwa ketika Matahari-Bumi-Bulan dalam posisi sejajar. AKibatnya, cahaya Matahari terhalangi oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Kondisi ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi. Pada puncak gerhana, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna ini disebabkan karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.
Di wilayah Indonesia bagian barat, Gerhana Bulan Total diawali mulai pukul 15.42 WIB, mencapai puncaknya pada pukul 18.33 WIB, dan berakhir pukul 21.24 WIB.
Selain menyaksikan fenomena ini, kaum muslimin disunnahkan untuk melaksanakan ibadah sholat sunnah gerhana 2 raka’at disaat fenomena ini terjadi.
Dalil yang menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah gerhana ialah firman Allah ﷻ dalam Al-Qur’an, yaitu:
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْن.
Artinya:
“Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya,” (QS Fushilat: 37).
Dalam hadits juga disebutkan, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللّٰهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَادْعُوا اللّٰهَ وَصَلُّوا حتَّى تَنْكَشِفَ.
Artinya:
“Matahari dan bulan merupakan setengah dari beberapa tanda kekuasaan Allah, bukan karena matinya seseorang atau bukan (pula) karena hidupnya, maka ketika kalian melihat gerhana, berdoalah dan shalatlah sampai gerhana tersebut hilang (terang)” (HR al-Bukhari).



