
Perkuat Kualitas Bacaan Al-Qur’an, Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum Selenggarakan Dauroh Thalaqqi
Pondok Pekuwon – Dalam rangka memperkuat kualitas bacaan Al-Qur’an melalui pembelajaran langsung bersama ahli di bidangnya, Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum Pekuwon, Rengel, Tuban, menyelenggarakan Dauroh Thalaqqi pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan yang bertempat di Maktabah/Gedung LBM IF ini menghadirkan Syaikh Dr. Muhammad Anas Naji sebagai narasumber, didampingi Ustaz Muhammad Misbahuddin, Lc., Al-Hafizh, selaku penerjemah.
Berbeda dengan kajian yang berfokus pada penyampaian materi secara teoritis, Dauroh Thalaqqi kali ini menitikberatkan pada praktik membaca Al-Qur’an secara langsung. Sebanyak 50 peserta mendapatkan kesempatan untuk menyetorkan bacaan Surah Al-Fatihah secara bergiliran di hadapan Syaikh Dr. Muhammad Anas Naji. Setiap peserta membaca secara bergantian, sementara Syaikh menyimak dan memberikan koreksi secara langsung terhadap bacaan yang disetorkan.
Melalui proses tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengetahui kekurangan dalam bacaan masing-masing sekaligus mendapatkan bimbingan untuk memperbaikinya. Koreksi dilakukan dengan memperhatikan ketepatan pelafalan huruf, makhraj, sifat huruf, serta penerapan kaidah tajwid. Dengan metode ini, pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penyampaian teori, tetapi juga melalui praktik dan evaluasi langsung antara guru dan murid.
Syaikh Dr. Muhammad Anas Naji merupakan seorang ulama, akademisi, dan pakar tajwid serta qira’at yang memiliki sanad Qira’ah ‘Asyrah. Beliau juga merupakan salah satu murid utama Syaikh Dr. Aiman Rusydi Suwaid dan menjabat sebagai Direktur Dar Ghoutsani Indonesia. Pengalaman keilmuan dan pengajaran beliau menjadi bekal penting dalam memberikan bimbingan serta koreksi terhadap bacaan para peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh asatidz putra dan putri Madrasah Tajwidil Qur’an Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum, para santri tahfidz, serta peserta umum sesuai ketentuan pendaftaran. Dengan kuota yang direncanakan sebanyak 50 orang, kegiatan dirancang agar proses penyimakan dan koreksi bacaan dapat berlangsung secara lebih terarah.
Kemudian acara dibuka. Dan pada Sesi pertama Dauroh Thalaqqi berlangsung mulai pukul 08.10 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan (ISHOMA).
Pembelajaran kembali dilanjutkan melalui sesi kedua pada pukul 13.17 hingga 17.00 WIB. Pembagian menjadi dua sesi ini dimaksudkan untuk mengatur jalannya penyetoran bacaan peserta agar proses penyimakan dan koreksi dapat berlangsung dengan baik.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengetahui dan memperbaiki kekurangan dalam bacaan Surah Al-Fatihah, sekaligus meningkatkan ketelitian dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid. Pengalaman mendapatkan koreksi secara langsung dari seorang guru juga diharapkan menjadi bekal bagi para asatidz dan santri untuk mengembangkan kualitas bacaan serta pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan masing-masing.
Penyelenggaraan Dauroh Thalaqqi ini menjadi salah satu ikhtiar Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an melalui tradisi pembelajaran talaqqi dan musyafahah. Melalui bimbingan langsung dari para ahli, diharapkan ketepatan bacaan Al-Qur’an dapat terus dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi.



