
PDF Ula, Langkah Baru Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum Pekuwon Menyiapkan Generasi Berilmu dan Berakhlak
Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, terus berkomitmen mengembangkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ula, jenjang pendidikan dasar yang menjadi awal pembinaan santri sebelum melanjutkan ke PDF Wustha dan PDF Ulya.
PDF Ula merupakan jenjang Pendidikan Diniyah Formal yang setara dengan Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penyelenggaraannya berlandaskan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren. Dengan demikian, ijazah yang diperoleh peserta didik memiliki pengakuan yang setara dengan pendidikan formal sehingga lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang MTs, SMA/MA, maupun PDF Wustha dan PDF Ulya sesuai ketentuan yang berlaku.
Peresmian PDF Ula dilaksanakan pada tahun 2026 dalam rangkaian Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum Pekuwon. Peresmian dilakukan oleh KH. Mahrus Zamzami atas usulan Ust. Agus Sa’id Chamadullah, putra KH. Chasan Bisyri Syamsuri. Kehadiran jenjang baru ini menjadi bagian dari pengembangan sistem pendidikan pesantren yang lebih utuh, sehingga peserta didik dapat menempuh pendidikan diniyah formal sejak tingkat dasar hingga jenjang yang lebih tinggi dalam satu lingkungan pesantren.
Pendirian PDF Ula diprakarsai oleh Romo Kiai Fadhlullah yang juga berperan dalam penyusunan kurikulum Pendidikan Diniyah Formal. Melalui lembaga ini, pesantren ingin memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia dengan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
Ciri khas PDF Ula terletak pada keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Sekitar 70 persen materi pembelajaran berisi ilmu-ilmu keislaman, sedangkan 30 persen lainnya merupakan mata pelajaran umum. Materi keagamaan yang diajarkan meliputi pembelajaran Al-Qur’an, tajwid, fikih, nahwu, sharaf, hingga qira’atul kutub sebagai bekal dasar memahami kitab-kitab klasik.
Dalam proses belajar mengajar, PDF Ula menerapkan sistem pembelajaran yang memadukan metode klasikal dengan metode sorogan. Setiap kelas didampingi oleh dua orang guru, yaitu guru utama yang menyampaikan materi dan guru pendamping yang membimbing serta mengoreksi perkembangan belajar peserta didik. Bagi siswa yang belum mencapai target pembelajaran, disediakan kelas tambahan agar setiap anak memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.
Saat ini PDF Ula memiliki 16 peserta didik yang dibimbing oleh delapan orang guru. Meskipun baru memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ini sehingga belum memiliki catatan prestasi, pihak pesantren optimistis lembaga ini akan berkembang dan mengikuti jejak PDF Wustha serta PDF Ulya Pondok Pesantren Tarbiyatul Ulum Pekuwon yang telah meraih berbagai prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Bagi pengelola pesantren, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari akhlak peserta didik. Oleh karena itu, para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, melainkan juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan adab, seperti makan dan minum sambil duduk, berpakaian rapi dan sopan, serta menyambut peserta didik dengan ramah setiap pagi, menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Penanaman akhlak inilah yang menjadi nilai unggulan PDF Ula. Pesantren meyakini bahwa ilmu pengetahuan akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun di atas fondasi akhlak yang baik. Karena itu, pembentukan karakter ditempatkan sebagai prioritas utama sejak usia dini.
Sebagai lembaga yang baru berdiri, tantangan terbesar yang dihadapi adalah memperkenalkan konsep Pendidikan Diniyah Formal kepada masyarakat. Tidak sedikit orang tua yang masih belum mengenal sistem pendidikan ini. Namun, respons masyarakat sejauh ini cukup menggembirakan. Banyak orang tua melihat PDF Ula sebagai pilihan pendidikan yang mampu memadukan kurikulum formal dengan pendidikan agama secara seimbang.
Dengan suasana belajar yang khas pesantren, kurikulum yang menitikberatkan pada pembentukan akhlak, serta sistem pembelajaran yang intensif, PDF Ula diharapkan menjadi salah satu alternatif pendidikan dasar yang mampu melahirkan generasi Qurani, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di PDF Ula dilaksanakan setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Adapun biaya administrasi pada tahun ajaran ini sebesar Rp350.000 untuk siswa putra dan Rp380.000 untuk siswi, yang telah mencakup seragam, kitab, dan buku pelajaran. Selain itu, terdapat iuran bulanan (jariyah) sebesar Rp30.000.



