
HARI PENDIDIKAN NASIONAL
masyarakat Indonesia Setiap tahunya selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional, atau yang akrab disingkat Hardiknas. Yang jatuh pada 2 Mei. Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang kelahiran Ki Hajar Dewantara, yaitu sosok pelopor pendidikan nasional. Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial dan perjuangan membangun pendidikan yang merdeka dan berjiwa kebangsaan. Untuk lebih memahami sejarah Hari Pendidikan Nasional, yuk kita simak penjelasannya di bawah ini!
Menurut Suhartono Wiryopranoto, dkk dalam buku “Perjuangan Ki Hajar Dewantara: Dari Politik ke Pendidikan” (2017), peringatan Hari Pendidikan Nasional resmi ditetapkan oleh pemerintah Indonesia pada 16 Desember 1959, lewat Keputusan Presiden No. 316/1959.
Tanggal 2 Mei dipilih sebagai bentuk penghormatan atas hari lahir Ki Hajar Dewantara, yang dilahirkan tepat pada 2 Mei 1889 di kampung Soerjadiningratan, Yogyakarta.
Beliau berasal dari keluarga bangsawan Paku Alaman, namun memilih hidup sederhana dan merkayat. Setelah sebelumnya aktif dalam dunia politik dan dikenal karena kritik keras terhadap kebijakan kolonial Belanda, ia kemudian memilih jalur pendidikan sebagai medan perjuangan.
Sebelum menjadi Bapak Pendidikan Nasional, Suwardi Suryaningrat (nama asli Ki Hajar Dewantara) merupakan politikus yang dikenal karena pernyataannya yang tajam.
Salah satunya dalam artikel “Als Ik Een Nederlander Was” (Seandainya Aku Seorang Belanda). Kritiknya membuat ia diasingkan ke Belanda, namun di sanalah ia belajar lebih dalam tentang pendidikan.
Setelah kembali ke tanah air, pada 3 Juli 1922, ia mendirikan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa di Yogyakarta. Inilah titik balik besar: perjuangan melalui pendidikan.
Sekolah ini bertujuan untuk mendidik anak-anak Indonesia agar menjadi pribadi merdeka, berjiwa nasionalis, dan mampu berpikir kritis di tengah penjajahan.
Begitulah sejarah singkat adanya hari pendidikan nasional, yang sampai saat ini masih diperingati oleh masyarakat indonesia.



